Kegiatan Business Placement Center (BPC)

Pusat karir pada STMIK AMIKOM Purwokerto berfungsi menjembatani kebutuhan informasi dunia kerja yang diperlukan oleh STMIK AMIKOM Purwokerto dan juga untuk menjawab tantangan dunia kerja. Perkembangan yang terjadi di dunia kerja memang terjadi sangat cepat sesuai dinamika industri, sebagai penyerap tenaga kerja lulusan STMIK AMIKOM Purwokerto yang terbanyak. Institusi pendidikan tinggi dituntut untuk selalu mampu menjawab tantangan yang diberikan dengan mencoba menjembatani apa yang diperlukan dunia kerja dengan bekal ilmu yang diberikan kepada mahasiswa agar menjadi lulusan yang mampu masuk ke dunia kerja dengan mulus.

Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan oleh Business Placement Center mencakup:

  1. Pelatihan. Pelatihan atau training adalah suatu pendidikan singkat non formal yang dapat memberikan keahlian atau keterampilan tertentu yang diharapkan. Jenis-jenis pelatihan yang dapat ditawarkan oleh BPC meliputi softskill (Kepemimpinan, teknik negoisasi, teknik persuasi, teknik presentasi, komunikasi non verbal, perencanaan, koordinasi dan pelaksanaan, dokumentasi ide dan informasi, komunikasi, kerjasama tim, pemecahan masalah, inisiatif, perencanaan dan organisasi, manajemen diri, kemampuan belajar sepanjang hayat, penulisan dan pendokumentasian laporan); Technical skills (Pelatihan komputer, bahasa inggris untuk berbagai keperluan, penggunaan alat-alat komunikasi modern, ketrampilan multimedia sebagai perangkat komunikasi); Surat lamaran kerja dan Curicullum Vitae; Teknik wawancara; Peningkatan Kepribadian.

  2. Magang. Magang adalah kegiatan mahasiswa/calon lulusan untuk memperoleh pengalaman bekerja di suatu institusi. Magang berbeda dengan praktik kerja yang biasanya dilakukan oleh mahasiswa sebagai bagian dari kurikulum. Kegiatan magang dapat dihargai dengan SKS dan dapat lebih besar dari SKS praktik kerja meskipun tidak selalu berkaitan langsung dengan bidang keilmuan mahasiswa. Kegiatan magang dapat dilakukan oleh
    mahasiswa secara mandiri atau berkelompok sesuai dengan kebutuhan tempat magang.
  3. Bursa Kerja Online. Bursa kerja online adalah bursa kerja yang memanfaatkan teknologi informasi dalam mempertemukan/memfasilitasi pertemuan antara pencari kerja dan pemberi kerja/pengguna tenaga kerja melalui situs web (Kemenakertrans 2011).
  4. Pameran Bursa Kerja. Pameran Bursa kerja dikenal juga dengan istilah job fair/job expo. Kegiatan ini merupakan wahana/sarana fisik tempat berkumpulnya pelaku dunia kerja untuk mempromosikan institusi, jenis usaha, serta terutama lowongan kerja yang tersedia di institusi tersebut. Para pencari kerja mengunjungi kegiatan ini dengan maksud melamar dan mencari informasi kerja. Dalam praktiknya pada suatu pameran bursa kerja dapat juga diselenggarakan kegiatan seminar, pelatihan singkat, ekspose perusahaan, rekrutmen dan wawancara. Pameran bursa kerja juga dapat diintegrasikan dengan pameran beasiswa dan kewirausahaan.
  5. Rekrutmen Kampus. Kegiatan rekrutmen kampus adalah kegiatan seleksi dan penerimaan tenaga kerja yang dilakukan oleh perusahaan yang sedang membuka lowongan kerja di PT. Umumnya kegiatan rekrutmen di kampus ini dilakukan oleh perusahaan bekerja sama dengan pusat karir dengan tujuan mendapatkan tenaga kerja lulusan PT tertentu.
  6. Konseling Karir. Konseling karir (job/career counseling) adalah kegiatan yang membantu lulusan dalam memilih tempat kerja. Konseling karir tidak hanya sekedar mencocokkan keinginan lulusan dan kebutuhan perusahaan. Konseling seharusnya dilakukan oleh konselor profesional dan konsultan yang memiliki kompetensi untuk memberikan bantuan kepada lulusan dalam memberikan informasi tentang dunia kerja yang akan ditekuninya.
  7. Tracer Study. Salah satu cara untuk menggali informasi berkaitan dengan transisi dari kuliah ke pekerjaan adalah dengan melaksanakan suatu studi yang disebut sebagai tracer study.
    Tracer study adalah studi mengenai lulusan lembaga penyelenggara pendidikan tinggi (Schomburg, 2003). Istilah lain yang juga sering digunakan adalah "Graduate Surveys", "Alumni Researches", dan "Follow-up Study". Istilah-istilah tersebut merujuk pada pengertian yang "hampir" sama dengan istilah tracer study yang untuk selanjutnya akan digunakan dalam buku ini.
    Tracer study dapat menyediakan informasi untuk kepentingan evaluasi hasil pendidikan tinggi dan selanjutnya dapat digunakan untuk penyempurnaan dan penjaminan kualitas lembaga pendidikan tinggi bersangkutan. Di samping itu tracer study juga menyediakan informasi berharga mengenai hubungan antara pendidikan tinggi dan dunia kerja profesional, menilai relevansi pendidikan tinggi, informasi bagi para pemangku kepentingan (stakeholders), dan kelengkapan persyaratan bagi akreditasi pendidikan tinggi.

Pengumuman
Belum ada informasi lowongan
 
Info Lowongan
Belum ada informasi lowongan
 
Agenda Business Placement Center
Belum ada informasi agenda BPC